Family & Parenting

Kenapa Bayi Sering Bangun di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

By on March 30, 2017
bayi sering bangun di malam hari

Bayi sering bangun di malam hari . Merupakan pengalaman yang luar biasa bagi setiap orang tua yang memiliki bayi. Kehadiran seorang bayi dapat melengkapi kebahagiaan dalam rumah tangga. Namun, ada beberapa orang tua yang merasa bingung dan repot mengurus bayi terutama jika bayi tersebut merupakan bayi pertama. Hal yang paling merepotkan bagi sebagian orang tua yang pertama kali memiliki bayi adalah begadang karena bayi sering bangun di malam hari. Apalagi saat bayi bangun biasanya dibarengi dengan tangisan yang menambah bingung bagi orang tuanya. Kualitas tidur bayi dapat berpengaruh bagi tumbuh kembangnya sehingga menjaga porsi tidur bayi sangatlah penting. Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi bangun di malam hari yang perlu Anda ketahui dan juga cara untuk mengatasi agar bayi bisa tidur malam lebih lelap.
bayi sering bangun di malam hari
Beberapa Penyebab Bayi Sering Bangun Malam Dan Cara Mengatasinya

Banyak alasan atau faktor yang menjadi penyebab bagi si bayi terbangun di malam hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dokter anak, faktor utama yang menyebabkan bayi bangun di malam hari adalah belum bisanya bayi beradaptasi dengan lingkungan baru terutama untuk membedakan antara siang dan malam. Faktor lainnya adalah karena bayi menginginkan sesuatu atau merasakan sesuatu yang mengganggu. Berikut beberapa faktor bayi sering terbangun di malam hari dan cara mengatasinya.

1.    Bayi tidak bisa membedakan siang atau malam
Suasana di dalam kandungan dengan lingkungan setelah lahir tentu berbeda, namun bayi yang masih muda umumnya belum bisa membedakan antara siang dan malam. Solusi agar bayi tidak terbangun karena faktor ini adalah dengan memberikan kegiatan menyenangkan dan mengajak bayi beraktivitas pada siang harinya. Orang tua wajib memenuhi jam tidur bayi terutama bayi baru lahir yang umumnya tidur hingga 16 jam dalam sehari. Aktivitas tersebut tentu yang ringan dan tidak mengganggu jam tidur bayi pada waktu siang. Saat siang hari banyak beraktivitas tentu bayi akan lebih lelap tidur pada malam harinya dan menjaga bayi tidak rewel karena sering terbangun. Anda bisa melatih bayi dengan jam tidur yang konsisten agar kualitas tidurnya juga baik.

2.    Bayi merasa lapar atau haus
Ukuran perut bayi yang masih kecil berpengaruh terhadap daya simpan makanan yang mengakibatkan seringnya bayi merasa lapar atau haus. Hal tersebut lebih sering terjadi apabila bayi hanya mengkonsumsi asi ibu tanpa tambahan susu formula. Asi ibu lebih cepat diserap sehingga membuat bayi cepat merasa lapar atau haus. Cara mengatasinya adalah dengan memberi asi kepada bayi secara teratur. Pada minggu pertama Anda perlu memberi asi untuk bayi setiap 2 jam sekali. Selanjutnya pemberian asi dilakukan 3-4 jam sekali agar bayi tidak merasa kelaparan sehingga tidak mengganggu waktu tidurnya.

3.    Bayi merasa tidak nyaman
Apabila bayi sering bangun di malam hari kemungkinan ada sesuatu yang mengganggu dirinya tidur. Beberapa hal yang umumnya mengganggu tidur bayi adalah ketika bayi buang air kecil atau buang air besar. Anda bisa memeriksanya untuk mengganti popok agar bayi kembali tidur. Tumbuhnya gigi juga bisa membuat bayi rewel karena biasanya disertai demam yang akan membangunkan tidurnya. Memeriksakan ke dokter dan berkonsultasi dapat mengatasi rasa kurang nyaman yang bayi rasakan.

Itulah beberapa faktor yang umumnya menjadi alasan mengapa bayi menjadi sering bangun pada malam hari dan cara mengatasinya. Bertanya kepada yang lebih berpengalaman juga bisa menambah informasi bagi Anda agar dapat menangani bayi ketika sering bangun pada malam hari.

Continue Reading

Family & Parenting

Tips Menyapih Anak yang Sudah Menyusui Lebih dari 2 Tahun

By on March 16, 2017
Tips Menyapih Anak yang Sudah Menyusui Lebih dari 2 Tahun

Saat anak sudah berusia 2 tahun, sudah saatnya sang Ibu harus menyapih anaknya. Menyapih adalah usaha yang dilakukan seorang Ibu untuk mengurangi dalam memberikan ASI kepada sang anak dan memperkenalkan anak dengan makanan dan minuman lain sesuai umur sang anak. Sebenarnya pemberian ASI eksklusif kepada sang anak yaitu selama 2 tahun. Pada usia bayi yang baru lahir sampai menginjak usia 6 bulan, makanan yang hanya boleh diberikan oleh Ibu adalah ASI. Kemudian, usia 6 bulan sampai 2 tahun sang anak boleh diberi asupan makanan yang bertekstur lembut dan diselingi dengan ASI. Akan tetapi, setelah anak berusia lebih dari 2 tahun, sang anak harus disapih. Masa-masa pelepasannya sang anak terhadap ASI memang sulit dan akan membuatnya rewel. Oleh karena itu, dibawah ini akan dibagikan beberapa tips menyapih anak yang berusia lebih dari 2 tahun.

Tips Menyapih Anak yang Sudah Menyusui Lebih dari 2 TahunBeberapa Tips Menyapih Anak yang Sudah Menyusui Lebih Dari 2 Tahun

Sebelum menyapih sang anak, ada baiknya Ibu mengetahui alasan mengapa sang anak harus disapih, kapan waktu yang tepat dan bagaimana caranya. Karena, jika pengetahuan Ibu tentang menyapih anak kurang, rasa tidak tega terhadap anak akan lebih besar dan membuatnya jadi terus menyusu kepada Ibunya sampai umur yang tidak ditentukan, misalnya sampai sang anak berhenti menyusu kepada Ibu dengan sendirinya. Penyapihan terhadap anak pada waktu yang tepat akan membawa dampak positif untuk perkembangan anak seperti meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kemandirian, mudah beradaptasi terhadap lingkungan sekitar dan membantu mempertajam daya ingat akan rasa makanan yang akan dimakan oleh anak. Untuk membantu Ibu dalam menyapih anak agar tidak salah dalam mengambil tindakan, berikut beberapa tips yang bisa Anda praktekkan.

1. Dimulai Secara Bertahap
Saat ingin menyapih sang anak, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah bulatkan tekad dan mulailah secara pelan-pelan. Pada awalnya, mungkin sang anak akan terus merengek meminta nenen kepada Ibunya, akan tetapi sang ibu harus berpegang teguh terhadap komitmennya dan jangan sesekali membiarkan anak untuk menyusu kepada Anda. Pada usia 2 tahun ini, biasanya anak mengerti apa yang dibicarakan orang tuanya, sehingga berilah anak sedikit penjelasan bahwa dia sudah besar dan sudah tidak nenen lagi. Sugestikan hal tersebut terus menerus setiap anak Anda meminta untuk nenen.

2. Carikan Pengganti Susu Yang Tepat
Bila anak Anda masih terus merengek untuk meminta nenen, carikan pengganti susu yang tepat untuknya dengan memakai gelas, botol susu ataupun sippy cup. Pada usia ini, biasanya anak menyukai hal-hal yang berwarna-warni, jadi sebaiknya alternatif lain memiliki warna yang dapat memikat perhatian si kecil.

Tips Menyapih Anak yang Sudah Menyusui Lebih dari 2 Tahun3. Peran Ayah Juga Sangat Dibutuhkan
Pada saat waktu tidur, biasanya sang anak akan mencari Ibunya untuk meminta nenen karena sudah terbiasa dari dulu. Jika sang Ayah sedang berada di rumah, mintalah bantuan kepadanya untuk menina bobokan si kecil dengan cara yang berbeda, misalnya membacakan dongeng, menyanyikan lagu tidur, atau mengipas-ngipas sang anak sambil menyetel musik.

Demikianlah beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam menyapih anak Anda yang sudah menyusui lebih dari 2 tahun. Saat menyapih anak, tentunya sangat dibutuhkan kesabaran ibu yang ekstra. Apabila anak Anda terus menerus merengek atau bahkan sampai menangis, usahakan untuk tidak memarahinya apalagi mencubit si kecil karena bisa saja anak Anda melawan dan tidak mendengarkan nasihat yang Anda berikan.

Continue Reading